Breaking News

Petani Sawit Batu Buil Blokade Jalan, Desak PT RKA Tepati Janji dan Buka Data Pembagian


Melawi,GarudainvestigasiNews.com
Sejumlah warga Desa Batu Buil, Kabupaten Melawi, yang merupakan petani kelapa sawit mitra PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA), menuntut kejelasan realisasi kebun plasma serta transparansi pengelolaan hasil oleh koperasi desa.

Aksi tersebut sempat berdampak pada aktivitas operasional perusahaan. Warga melakukan pemortalan jalan akses menuju pabrik crude palm oil (CPO) milik PT RKA dengan menggunakan kayu, sehingga puluhan truk pengangkut tandan buah segar (TBS) tertahan dan tidak dapat memasuki area pabrik sejak malam sebelumnya.
Dalam pertemuan antara warga dan perwakilan perusahaan, Temenggung Desa Batu Buil, Emus Benyawai, menyampaikan sejumlah tuntutan yang menjadi aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa perusahaan harus segera merealisasikan kewajiban pembangunan kebun plasma sebagaimana yang telah dijanjikan kepada masyarakat setempat.

Selain itu, warga juga menyoroti kinerja koperasi desa yang dinilai belum transparan dalam mengelola hasil kerja sama penjualan TBS antara petani dan perusahaan. Mereka meminta adanya keterbukaan data, mulai dari jumlah produksi hingga mekanisme pembagian hasil kepada anggota.

“Kami meminta kejelasan pola pembagian, termasuk terkait sistem saham yang selama ini diterapkan. Selama ini pembagian dilakukan tiba-tiba tanpa penjelasan rinci. Kami tidak mengetahui berapa tonase yang dihasilkan, berapa harga jualnya, dan bagaimana perhitungannya hingga dibagikan kepada masyarakat,” tegas Emus di hadapan warga dan perwakilan PT RKA.Kamis (2/4/26)

Menurut warga, keterbukaan tersebut penting untuk memastikan hak-hak petani terpenuhi secara adil dan mencegah potensi kesalahpahaman di kemudian hari. Mereka berharap perusahaan bersama koperasi dapat memberikan laporan yang jelas dan terukur, sehingga masyarakat dapat memahami alur pengelolaan hasil kebun plasma.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT RKA maupun pengelola koperasi belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan tersebut. Warga berharap adanya tindak lanjut konkret dalam waktu dekat agar aktivitas operasional dapat kembali berjalan normal.

Tim
© Copyright 2022 - GARUDA INVESTIGASI