MELAWI,GarudainvestigasiNews.com
Ketegangan sempat meningkat di Desa Batu Buil, Kabupaten Melawi, setelah sejumlah warga melakukan aksi pemblokiran total akses jalan menuju pabrik Crude Palm Oil (CPO) milik PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA), Kamis (2/4/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat yang menilai pihak perusahaan belum merealisasikan kewajiban pembangunan kebun plasma sebagaimana diatur dalam ketentuan perizinan usaha perkebunan.
Pantauan di lapangan, warga menutup akses jalan menggunakan batang kayu . Dampaknya, puluhan truk bermuatan Tandan Buah Segar (TBS) tidak dapat melintas dan terpaksa mengantre sejak Rabu (1/4) malam.
Temenggung Desa Batu Buil, Emus Benyawai, menegaskan bahwa aksi ini merupakan aspirasi warga dalam menuntut hak mereka yang dinilai belum dipenuhi oleh perusahaan.
“Ini bukan sekadar janji, tetapi kewajiban perusahaan kepada masyarakat. Hak plasma melekat dalam perizinan usaha. Jika tidak direalisasikan, maka patut dipertanyakan komitmen perusahaan terhadap aturan,” tegas Emus saat ditemui di lokasi.
Selain menyoroti kewajiban perusahaan, warga juga mengungkapkan kekecewaan terhadap pengelolaan koperasi yang menjadi mitra dalam penyaluran hasil kebun. Mereka menilai sistem pembagian hasil selama ini tidak transparan dan minim akuntabilitas.
Warga mengaku tidak pernah mendapatkan laporan terbuka terkait volume produksi TBS, harga jual, maupun mekanisme pembagian hasil yang diterima.
“Kami tidak pernah tahu berapa tonase yang dijual dan berapa harga sebenarnya. Tiba-tiba hanya ada pembagian uang tanpa dasar yang jelas,” ujar temenggung Emus.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya persoalan dalam tata kelola koperasi yang dinilai tidak sepenuhnya berpihak kepada kepentingan anggota.
Masyarakat pun mendesak dilakukan audit terbuka terhadap keuangan koperasi serta evaluasi menyeluruh terhadap pola kemitraan antara perusahaan dan petani. Selain itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten Melawi untuk segera turun tangan memastikan kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban plasma.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Rafi Kamajaya Abadi maupun pengurus koperasi terkait belum memberikan keterangan resmi atas tuntutan warga.
Situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif meskipun aktivitas operasional perusahaan terganggu akibat aksi tersebut.
Tim
Social Header